Musyawarah Madrasah Tsanawiyah, Pesantren dan Komite

Garut, 15/10/23.Pada hari kamis, 8 Oktober 2023, Madrasah Tsanawiyah Persis Tarogong mengadakan pertemuan bersama Komite dan Pimpinan Pesantren. Pertemuan tersebut selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuaan ini juga dilakukan sebagai bentuk upaya pemenuhan standar pengelolaan madrasah yang mengharuskan adanya keterlibatan Komite, sebagai representasi dari perwakilan orangtua dalam mensukseskan program dan kegiatan yang sudah direncanakan. Isep Syaepudin, S.Ag selaku Mudir Tsanawiyah menyampaikan bahwa pertemuan ini perlu dilakukan dalam rangka memusyawarahkan program kegiatan akhir kelas 9 dan program studi wisata kelas 7, yang harus disepakati oleh komite madrasah dan pimpinan pesantren.Hanna Ulfa Hasanah, S.Pd, Wakamad. Kurikulum, memaparkan rincian detail program kegiatan akhir kelas 9 yang merupakan hasil turunan dari Visi-Misi dan Standar Kompetensi Lulusan yang sudah ditetapkan. Program ini juga sudah sesuai dengan rencana kerja tahunan MTs Persis Tarogong. Kemudian memperhatikan kebutuhan pemenuhan standar yang ditetapkan pemerintah, lembaga pesantren ataupun lembaga Tsanawiyah. Diantaranya program tersebut adalah wakaf buku, program THQ, program peminatan program Bahasa, program Ujian Akhir Pesantren dan program pembekalan alumni dan perpisahan. Sedangkan untuk kegiatan studi wisata kelas 7, dipaparkan Riqqi Nurhadian, S.Hum, Wakamad. Kesantrian.Dari pembahasan tersebut, ada beberapa hal yang perlu disepakati bersama terutama pembiayaan yang tidak bisa dipenuhi oleh anggaran BOS dan anggaran SPP Bulanan. Berdasarkan program dan kegiatan tersebut, Halmi Baqiyah Mutmainnah, Amd, Bendahara Madrasah, memaparkan bahwa besaran anggaran mengacu kepada kebutuhan yang harus terpenuhi. Begitu pula, dari pimpinan pesantren, yang diwakili bidang keuangan, Erah Aisyah dan Eva Mufita Asriati, S.A, memberikan penguatan kembali, kenapa pembiayaan tersebut masih membutuhkan bantuan orang tua.Selesai pemaparan program dan kegiatan, Undang, P.hd, selaku ketua Komite, memberikan tanggapan bahwa program-kegiatan dan rencana biaya yang sudah disusun bisa dipahami dan disepakati. Hasil pertemuan ini akan disosialisasikan dan diinformasikan kepada semua orangtua santri dengan penjelasan yang baik, agar bisa dipahami pula oleh orangtua santri seluruhnya. Hal serupa juga disampaikan Dikdik Subhan Malik, S.Pd.I, anggota komite. Selain menanggapi program dan kegiatan tersebut, komite pun menyampaikan harapan kepada madrasah agar melakukan kerjasama dengan tempat usaha sekitar pesantren sebagai laboraturiam pembelajaran santri, seperti pabrik sutra, Kopi76 atau kerajinan kulit sukaregang. Hal ini dirasa sangat penting, agar santri mendapatkan wawasan pengalaman tentang dunia usaha sejak dini.Setelah ada kesepakatan antar Madrasah, Komite dan Pimpinan Pesantren, maka diputuskan bahwa kesepakatan tersebut bisa langsung disosialisasikan kepada semua orangtua melalui media digital dan surat resmi yang dikeluarkan oleh lembaga Tsanawiyyah.

Leave a Reply

Tinggalkan Balasan